
UPDATEBALI.com, JAKARTA – PT Pertamina (Persero) resmi mengakhiri rangkaian program Pertamina Goes to Campus (PGTC) 2026 pada 23 September 2026 di Auditorium MyPertamina, Universitas Pertamina, Jakarta.
Program tersebut telah berlangsung selama lebih dari empat bulan sejak kick-off pada 21 Mei 2026 di Institut Teknologi Bandung (ITB).
Rangkaian penutupan PGTC 2026 diawali dengan Grand Final Energy Debate Championship (EDC), dilanjutkan dengan Awarding bagi para pemenang EDC dan Energynovation Ideas Competition (EIC). Babak final EIC sendiri telah berlangsung sehari sebelumnya di lokasi yang sama.
Grand Final dan Awarding menjadi momentum berkumpulnya mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia yang telah mengikuti rangkaian kompetisi, pembelajaran, serta berbagai aktivitas PGTC 2026. Dalam kesempatan tersebut, para mahasiswa menunjukkan gagasan dan inovasi mereka di bidang energi.
Tidak hanya menjadi ajang kompetisi, puncak PGTC 2026 juga menjadi ruang untuk melihat kembali perjalanan program sejak Kick Off hingga rangkaian Roadshow yang digelar di berbagai wilayah Indonesia.
Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Simon Aloysius Mantiri dalam sambutannya mengatakan, PGTC merupakan jembatan antara ilmu pengetahuan dengan tantangan nyata yang dihadapi industri energi.
“Saya masih ingat saat membuka PGTC di ITB bulan Mei lalu, saya titipkan pesan sederhana: stay curious, stay courageous. Hari ini saya tidak lagi hanya melihat rasa ingin tahu, tapi melihat bukti nyata keberanian adik-adik semua. Selama berbulan-bulan kalian belajar, berdebat, meneliti, menguji ide, dan menyempurnakan gagasan. Inilah makna dari Move Faster, Impact Further,” ujar Simon.
Simon juga menekankan pentingnya keberanian generasi muda dalam mengembangkan berbagai gagasan dan inovasi. “Tantangan energi Indonesia membutuhkan kontribusi bersama, termasuk generasi muda,” jelas Simon.
Pada kesempatan yang sama, Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Prof. Dr. Khairul Munadi, S.T., M.Eng., mengapresiasi antusiasme mahasiswa yang telah memberikan sumbangsih pemikiran dan ide inovatif dalam menjawab tantangan ketahanan energi di masa depan.
“Adik-adik dilatih berpikir kritis, membangun argumen berbasis bukti, sekaligus berani menguji gagasan di hadapan publik. Melalui EIC, adik-adik ditantang melangkah lebih jauh, tidak hanya memahami persoalan energi, tetapi ikut menawarkan solusi. Inilah makna sebenarnya dari Dikti Saintek Berdampak atau Kampus Berdampak, bergeser dari sekadar menghasilkan keluaran menuju menghasilkan dampak,” ujar Khairul Munadi.
Khairul Munadi menambahkan, Indonesia membutuhkan generasi baru yang memandang energi bukan hanya sebagai persoalan teknis, tetapi juga memiliki dimensi teknologi, ekonomi, lingkungan, hingga keberlanjutan. “Pesan saya, jangan berhenti pada kompetisi. Kompetisi hanyalah ruang eksplorasi. Dekatkan ilmu dengan persoalan nyata dan mulailah berkontribusi hari ini,” tambahnya.
Grand Final dan Awarding PGTC 2026 menjadi penanda perjalanan program yang tidak hanya menghadirkan kompetisi, tetapi juga membuka ruang bagi mahasiswa untuk belajar, berkolaborasi, menyampaikan gagasan, serta membangun perspektif mengenai masa depan sektor energi.
Melalui Energy Debate Championship (EDC) dan Energynovation Ideas Competition (EIC), PGTC 2026 mempertemukan dua kemampuan penting generasi muda. EDC mendorong mahasiswa mengkritisi dan mempertahankan gagasan melalui debat, sementara EIC menjadi wadah untuk menciptakan solusi dan inovasi melalui karya serta ide di bidang energi.
Selain Grand Final dan Awarding, closing PGTC 2026 juga memberikan kesempatan kepada para tamu undangan untuk melihat lebih dekat ekosistem Pertamina melalui kunjungan ke booth Pertamina Group dan booth karya para finalis EIC.
Booth finalis EIC menjadi ruang bagi mahasiswa untuk memperkenalkan karya serta gagasan yang telah mereka kembangkan, sekaligus membuka peluang interaksi dengan para pemangku kepentingan di lingkungan Pertamina.
Rangkaian kegiatan tersebut juga menjadi momentum apresiasi bagi sejumlah Subholding dan Anak Perusahaan Pertamina yang turut mendukung penyelenggaraan PGTC 2026. Sebanyak 16 entitas menerima sertifikat apresiasi dalam rangkaian kegiatan tersebut.
Dengan mengusung semangat “Energizing Acceleration for Future Impact”, PGTC 2026 diharapkan terus menjadi bagian dari perjalanan generasi muda Indonesia untuk berkembang sebagai talenta yang mampu menghadirkan gagasan, inovasi, dan kontribusi nyata bagi masa depan energi Indonesia.(yud/updatebali)


