Bupati Sanjaya Ikut Gerakan Berantas Hama Tupai, Produktivitas Pertanian Tabanan Jadi Sorotan

0
50
Bupati Tabanan I Komang Gede Sanjaya bersama masyarakat mengikuti Gerakan Pengendalian Hama Tupai di Selabih sebagai upaya menjaga tanaman dan meningkatkan produktivitas pertanian.
Bupati Tabanan I Komang Gede Sanjaya bersama masyarakat mengikuti Gerakan Pengendalian Hama Tupai di Selabih sebagai upaya menjaga tanaman dan meningkatkan produktivitas pertanian. Sumber foto : Humas Tabanan/updatebali

UPDATEBALI.com, TABANAN – Upaya menjaga produktivitas pertanian melalui pengendalian hama dilakukan secara kolaboratif lewat Gerakan Pengendalian (Gerdal) Hama Tupai yang digelar Panitia Sabha Desa Adat Selabih, Selemadeg Barat, Tabanan, Minggu, 20 September 2026.

Kegiatan ini mendapat antusiasme masyarakat dan peserta dari berbagai wilayah Kabupaten/Kota se-Bali hingga Banyuwangi. Bupati Tabanan Dr. I Komang Gede Sanjaya, S.E., M.M., turut hadir bersama Sekda dan jajaran, tokoh adat serta tokoh masyarakat setempat, dan berbaur dengan para peserta dalam kegiatan perburuan hama tupai yang dipusatkan di sejumlah zona.

Kegiatan tersebut menjadi salah satu bentuk partisipasi pemerintah daerah dan masyarakat dalam membantu petani mengendalikan hama tupai yang selama ini dapat mengganggu tanaman dan hasil pertanian. Terlebih, Desa Selabih merupakan salah satu wilayah yang memiliki potensi pertanian dan perkebunan, seperti kelapa, kopi, sawo, dan kakao.

Baca Juga:  Dampingi Ibu Selvi Ananda, Wawali Arya Wibawa Dorong Literasi Digital dan Inovasi Pengelolaan Sampah di Denpasar

Melalui gerakan ini, pengendalian hama diharapkan dapat dilakukan secara bersama-sama sehingga tanaman lebih terlindungi dan produktivitas pertanian masyarakat dapat terus terjaga dan meningkat.

Gerdal Hama Tupai dibagi menjadi 141 zona yang ditentukan melalui undian, dengan 140 regu peserta. Bupati Sanjaya bersama jajaran turut berada di zona 41. Setiap regu beranggotakan 10 orang atau total sekitar 1.400 peserta. Para peserta berasal dari berbagai wilayah Kabupaten/Kota se-Bali hingga Banyuwangi, dengan biaya pendaftaran sebesar Rp500 ribu per orang. Kegiatan ini juga diramaikan dengan berbagai hadiah, di antaranya hadiah utama dari sponsor Agata sebesar Rp5 juta, hadiah undian sebesar Rp2,5 juta, Rp1,5 juta dan Rp1 juta, serta hadiah Rp500 ribu bagi peserta yang memperoleh tupai terbanyak.

Kehadiran Bupati Sanjaya dalam kegiatan tersebut menjadi bentuk dukungan terhadap partisipasi masyarakat dalam membantu pengendalian hama yang selama ini turut mengganggu hasil pertanian.

Baca Juga:  Tingkatkan Keterampilan Berwirausaha, Puluhan Purna PMI Ikuti Pelatihan Pemasaran Digital

“Kegiatan seperti ini merupakan bentuk kebersamaan masyarakat dalam membantu petani mengendalikan hama. Dengan berkurangnya hama tupai, kita harapkan tanaman dan hasil pertanian masyarakat dapat lebih terjaga, sehingga produksi pertanian kedepannya semakin meningkat,” ujarnya.

Hal senada disampaikan Wayan Edi, salah seorang petani asal Selabih. Menurutnya, keberadaan tupai selama ini cukup mengganggu dan berpotensi mengurangi hasil yang diperoleh petani. Ia menyambut baik kegiatan tersebut karena masyarakat dan para pemburu turut membantu mengurangi hama yang selama ini cukup sulit dikendalikan oleh petani.

“Untuk hama niki, dari petani nike sampun kewalahan tidak sanggup membasmi hama tupai. Sekarang sudah ada semeton-semeton yang membantu, tiang berterimakasih sekali. Harapan untuk kedepan semoga ini bisa berlanjut semoga hasil pertanian pertanian lebih meningkat”, tuturnya.

Baca Juga:  Hari Raya Galungan, Bupati Tabanan Berdoa untuk Kerahayuan Jagat

Sementara itu, Satriya, peserta pemburu asal Taman Punggul, Abiansemal, menegaskan bahwa keikutsertaan para pemburu bukan semata-mata untuk membasmi, melainkan membantu masyarakat dengan mengurangi populasi tupai yang menjadi hama bagi pertanian.

“Intinya kami ingin membantu, bukan membasmi. Kami dari pemburu membantu masyarakat dengan mengurangi tupai yang menjadi hama di sini,” ujarnya.

Selain pengendalian hama, kegiatan tersebut juga dirangkaikan dengan pelayanan kesehatan masyarakat oleh UPTD Puskesmas Selemadeg Barat serta gerakan vaksinasi Hewan Penular Rabies (HPR) oleh Puskesmas/Puskeswan 3 Megati.

Kehadiran layanan tersebut melengkapi kegiatan dengan semangat kepedulian terhadap kesehatan masyarakat dan hewan, sekaligus memperkuat kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan berbagai pihak dalam mendukung keberlangsungan pertanian serta kesejahteraan masyarakat.(den/updatebali)