525 Siswa Bali Ikuti Pajak Bertutur 2026, Kanwil DJP Bali Kenalkan Peran Pajak untuk Generasi Muda

0
274
Kanwil DJP Bali melalui Pajak Bertutur 2026 mengedukasi 525 siswa tentang pentingnya pajak sekaligus membangun kesadaran generasi muda untuk berkontribusi dalam pembangunan Indonesia.
Kanwil DJP Bali melalui Pajak Bertutur 2026 mengedukasi 525 siswa tentang pentingnya pajak sekaligus membangun kesadaran generasi muda untuk berkontribusi dalam pembangunan Indonesia. Sumber foto ; DJP/updatebali

UPDATEBALI.com, DENPASAR – Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak (Kanwil DJP) Bali bersama seluruh unit kerja di lingkungan Kanwil DJP Bali menggelar kegiatan Pajak Bertutur Tahun 2026 secara serentak dengan mengusung tema “Pajak Kita: Energi Generasi Juara”.

Kegiatan ini bertujuan menanamkan kesadaran pajak sejak dini kepada peserta didik mulai dari tingkat sekolah dasar, sekolah menengah pertama hingga sekolah menengah atas di wilayah Provinsi Bali.

Pelaksana Harian (Plh) Kepala Bidang Penyuluhan, Pelayanan, dan Hubungan Masyarakat Kanwil DJP Bali, Putu Eko Prasetio melaporkan bahwa kegiatan Pajak Bertutur Tahun 2026 diikuti oleh 525 siswa yang berasal dari sejumlah sekolah di Bali, yakni SDN 1 Benoa Badung, SDN 6 Kesiman Denpasar, SMP Nasional Denpasar, SMP Negeri 4 Melaya Jembrana, SMA Negeri 1 Baturiti Tabanan, SMA Negeri 1 Kuta Utara Badung, SMA Negeri 5 Denpasar, SMK PGRI 4 Denpasar, SMK Negeri 1 Seririt Buleleng, serta Sekolah Rakyat Terintegrasi 3 Provinsi Bali Tingkat SMP.

Dalam sambutannya, Kepala Kanwil DJP Bali menyampaikan bahwa dipilihnya SMP Nasional Denpasar sebagai salah satu lokasi pelaksanaan Pajak Bertutur Tahun 2026 karena sejalan dengan perluasan Program Inklusi Kesadaran Pajak dalam Pendidikan yang mulai diterapkan Direktorat Jenderal Pajak pada tahun 2026 hingga jenjang Sekolah Menengah Pertama (SMP).

Baca Juga:  Dinkes Bali: 11 Karyawan Hotel di-Swab Terkait Kasus Omicron Surabaya

“SMP Nasional Denpasar merupakan salah satu dari enam SMP di Provinsi Bali yang terpilih sebagai sekolah piloting dalam pelaksanaan Program Inklusi Kesadaran Pajak pada jenjang Sekolah Menengah Pertama. Sejalan dengan program tersebut, Pajak Bertutur menjadi salah satu sarana bagi Direktorat Jenderal Pajak (DJP) untuk mengenalkan peran dan manfaat pajak kepada generasi muda melalui cara yang lebih seru dan menyenangkan. Kegiatan ini tidak tidak hanya menjadi ruang bagi kami untuk memperkenalkan pajak kepada adik-adik, tetapi juga menjadi kesempatan untuk mendengarkan pandangan dan pemikiran kalian mengenai pajak dari sudut pandang generasi muda,” ucap Darmawan.

Selanjutnya, Darmawan menekankan bahwa tema Pajak Bertutur 2026 “Pajak Kita, Energi Generasi Juara” memiliki keterkaitan erat dengan semangat generasi muda dalam mewujudkan cita-citanya.

“Adik-adik, apakah ada yang bercita-cita menjadi dokter, guru, atlet, pengusaha, seniman, atau profesi lainnya? Apapun cita-cita yang ingin diraih, tentu dibutuhkan semangat, kerja keras, dan energi untuk mewujudkannya. Begitu juga dengan Indonesia. Indonesia memiliki cita-cita besar seperti menghadirkan pendidikan yang semakin baik, layanan kesehatan yang semakin mudah, fasilitas umum yang semakin memadai, serta kehidupan masyarakat yang semakin sejahtera. Untuk mewujudkan cita-cita tersebut, Indonesia membutuhkan energi untuk terus bergerak dan membangun. Salah satu energi penting yang mendukung pembangunan tersebut adalah pajak,” ujarnya.

Baca Juga:  173 Talenta Bersatu di Mahakarya Inklusif Denpasar, "Imajinari" Hadirkan Pesan Kesetaraan

Pada kesempatan tersebut juga diberikan edukasi mengenai pajak serta arti penting pajak dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) oleh Penyuluh Pajak Kanwil DJP Bali, Ni Putu Ariasih dan Mohamad Arif Prasaja.

Materi disampaikan melalui konsep sederhana yang dekat dengan kehidupan sehari-hari, yakni penggunaan dompet sebagai gambaran dalam mengatur penerimaan dan pengeluaran keuangan agar mudah dipahami para siswa.

“Adik-adik, siapa yang sudah memiliki dompet sendiri untuk menyimpan atau menggunakan uang untuk berbelanja? Pemerintah juga memiliki dompet yang digunakan untuk mengatur penerimaan dan pengeluaran negara. Dompet tersebut disebut APBN, uang yang masuk ke dalam dompet pemerintah disebut Pendapatan Negara, sedangkan uang yang digunakan atau keluar dari ‘dompet’ tersebut disebut Belanja Negara,” jelas Ariasih.

Selanjutnya Arif menjelaskan bahwa uang yang terkumpul dalam APBN, salah satu sumber utamanya berasal dari pajak, digunakan kembali untuk membiayai berbagai kebutuhan masyarakat serta mendukung pembangunan nasional. Sektor pendidikan menjadi salah satu sektor prioritas dalam APBN.

Baca Juga:  Hari Suci Banyu Pinaruh Satpol-PP dan Pecalang  Lakukan Penyekatan di Sejumlah Lokasi Pantai

“Sesuai dengan amanat Undang-Undang Dasar (UUD) 1945, pemerintah mengalokasikan anggaran pendidikan sebesar Rp757,8 triliun atau 20% dari APBN pada tahun 2026. Anggaran tersebut dimanfaatkan untuk berbagai program pendidikan, antara lain Program Indonesia Pintar bagi 21 juta siswa, Kartu Indonesia Pintar (KIP) bagi 1,2 juta mahasiswa, Tunjangan Profesi Guru, Bantuan Operasional Sekolah (BOS), Beasiswa LPDP, pendanaan riset, hingga program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang ditujukan kepada 82,9 juta penerima,” jelas Arif.

Melalui kegiatan Pajak Bertutur, Kanwil DJP Bali mengenalkan bahwa kesadaran pajak dapat dibangun sejak dini melalui berbagai hal sederhana dalam kehidupan sehari-hari, seperti belajar dengan sungguh-sungguh, memahami peran pajak dalam pembangunan, serta berbagi pengetahuan mengenai pajak kepada teman dan keluarga.

Pemahaman mengenai pajak juga menjadi bagian dari pembentukan karakter sebagai warga negara yang peduli terhadap pembangunan serta bentuk tanggung jawab dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.(yud/updatebali)