spot_img
spot_img
BerandaBaliAsyik Cari Ikan, Dua Anak di Buleleng Ditemukan Meninggal di Tambak

Asyik Cari Ikan, Dua Anak di Buleleng Ditemukan Meninggal di Tambak

UPDATEBALI.com, BULELENG – Dua anak laki-laki berusia 6 dan 7 tahun meninggal dunia setelah diduga tenggelam di sebuah bak penampungan tambak benih bandeng milik warga di Banjar Dinas Kerta Kawat, Desa Banyupoh, Kecamatan Gerokgak, Kabupaten Buleleng, pada Jumat 3 Juli 2026 sekitar pukul 12.00 Wita.

Kedua korban diketahui bernama Muhammad DF (7) dan Muhammad FA (6). Keduanya ditemukan mengambang di dalam bak penampungan tambak saat dilakukan pencarian oleh warga.

Kasi Humas Polres Buleleng IPTU Yohana Rosalin Diaz seizin Kapolres Buleleng AKBP Ruzi Gusman mengatakan, peristiwa tersebut bermula ketika salah satu orang tua korban, Abdul A, mencari keberadaan anaknya yang belum pulang ke rumah.

Baca Juga:  Desa Manistutu Masuk Nominasi Anugerah Desa Wisata Indonesia 2023

Korban diketahui sempat bermain bersama di sekitar lingkungan tempat tinggal mereka. Abdul kemudian mendatangi rumah seorang warga bernama Mujiat untuk menanyakan keberadaan anak-anak tersebut. Karena tidak mengetahui keberadaan keduanya, mereka kemudian melakukan pencarian di sekitar permukiman.

“Korban akhirnya ditemukan mengambang di dalam bak penampungan tambak benih bandeng yang berada tidak jauh dari lokasi permukiman warga,” Terang IPTU Yohana, pada Sabtu 4 Juli 2026.

Kedua korban kemudian dievakuasi dan dibawa ke Puskesmas Gerokgak I. Namun setelah dilakukan pemeriksaan, tim medis menyatakan keduanya telah meninggal dunia.

Baca Juga:  Akademisi Unwar Rekomendasikan Peternak Manfaatkan Limbah Kulit Kopi Jadi Pakan Fermentasi

Berdasarkan hasil penyelidikan awal, kedua anak tersebut diduga terpeleset saat mencari ikan-ikan kecil di sekitar area tambak. Keduanya kemudian terjatuh ke dalam bak rotifer atau bak penampungan pakan alami benih bandeng yang memiliki kedalaman sekitar dua meter dengan ketinggian air sekitar 1,5 meter.

Pihak keluarga menerima peristiwa tersebut sebagai musibah dan tidak menghendaki proses hukum lebih lanjut. Setelah proses pemeriksaan selesai, jenazah kedua korban diserahkan kepada keluarga untuk dimakamkan.

Baca Juga:  Truk Hantam Pohon Perindang di Melaya, Supir Tewas di Tempat

IPTU Yohana mengimbau masyarakat, khususnya para orang tua, agar meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak saat bermain, terutama di sekitar lokasi yang berpotensi membahayakan keselamatan seperti tambak, kolam, sungai, maupun saluran irigasi.

“Kami mengimbau masyarakat agar meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak, khususnya saat bermain di sekitar area yang memiliki potensi bahaya, sehingga kejadian serupa tidak kembali terulang,” Tegasnya.

Selain itu, pihak kepolisian juga mengimbau para pemilik tambak untuk meningkatkan aspek keselamatan di area usahanya, seperti memasang pagar pembatas maupun papan peringatan guna mengurangi risiko terjadinya kecelakaan.(dna/ub)

BERITA TERKAIT
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img

Most Popular

Recent Comments