UPDATEBALI.com, DENPASAR – Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa memaparkan berbagai capaian pembangunan dan arah kebijakan strategis Kabupaten Badung dalam Rapat Koordinasi Pemerintah Provinsi Bali yang dipimpin Gubernur Bali Wayan Koster di Ruang Kertha Sabha, Denpasar, Senin 8 Juni 2026.
Pertemuan tersebut dihadiri para bupati dan wali kota se-Bali bersama pimpinan perangkat daerah terkait.
Dalam kesempatan tersebut, Adi Arnawa menjadi kepala daerah pertama yang menyampaikan laporan mengenai perkembangan pembangunan di wilayahnya. Ia memaparkan sejumlah indikator makro yang menunjukkan tren positif dalam beberapa tahun terakhir.
Menurutnya, pertumbuhan ekonomi Kabupaten Badung terus mengalami peningkatan sejak 2020 dan pada 2025 mencapai 6,5 persen. Sementara angka kemiskinan berada pada level 1,9 persen, tingkat pengangguran tercatat 1,57 persen, dan prevalensi stunting mencapai 2,5 persen.
Di sisi lain, laju inflasi di Kabupaten Badung berada pada angka 2,64 persen. Beberapa komponen yang memberikan kontribusi terhadap inflasi antara lain sektor angkutan udara dan sejumlah kebutuhan pokok masyarakat. Sebaliknya, sejumlah komoditas seperti canang sari, ikan tongkol, tomat, dan sayur-mayur mengalami deflasi.
Adi Arnawa menjelaskan bahwa kondisi geopolitik global turut memengaruhi daya beli masyarakat. Karena itu, pemerintah daerah mengambil sejumlah langkah untuk menjaga stabilitas ekonomi masyarakat.
“Untuk meningkatkan daya beli masyarakat dan menekan laju inflasi, Pemkab. Badung telah mengambil langkah dengan memberikan stimulus ekonomi melalui bantuan sosial keagamaan sebesar Rp 2 juta per KK,” terangnya.
Selain memaparkan kondisi ekonomi daerah, Adi Arnawa juga menekankan bahwa pembangunan infrastruktur menjadi salah satu prioritas utama dalam mendukung terwujudnya pariwisata Badung yang berkualitas dan berkelanjutan.
Untuk merealisasikan berbagai proyek strategis tersebut, Pemerintah Kabupaten Badung menyiapkan skema pembiayaan melalui pinjaman daerah senilai Rp2,9 triliun. Anggaran tersebut akan digunakan untuk mendukung pembangunan sejumlah ruas jalan yang diharapkan mampu mengurangi kepadatan lalu lintas di kawasan pariwisata.
Salah satu proyek yang menjadi perhatian adalah pembangunan Jalan Lingkar Barat yang menghubungkan kawasan GWK menuju Uluwatu. Proyek tersebut saat ini telah memasuki tahap konstruksi dan proses pembebasan lahan masih terus berjalan. Pemerintah menargetkan proyek tersebut dapat rampung pada 2027.
Selain itu, pembangunan ruas jalan Uluwatu–Melasti dan jalan penghubung Berawa menuju Teuku Umar Barat juga menjadi bagian dari agenda prioritas pembangunan infrastruktur di Badung.
“Untuk Jalan Berawa tahun ini sudah mulai konstruksi dan target tuntas akhir 2026,” terangnya.
Pemerintah Kabupaten Badung juga menaruh perhatian pada pengembangan jaringan jalan lainnya, seperti ruas Gatsu Barat menuju Canggu, Mengwitani, hingga Werdi Bhuwana guna memperkuat konektivitas antarwilayah.
Tak hanya fokus pada pembangunan fisik, Adi Arnawa turut memaparkan langkah-langkah yang telah dilakukan dalam penanganan banjir dan pengelolaan sampah. Untuk mengurangi risiko genangan di sejumlah kawasan, pemerintah telah melakukan penambahan pompa serta normalisasi saluran di beberapa titik, termasuk Basangkasa, Jalan Kunti, Umahanyar, dan Darmasaba.
Sementara dalam pengelolaan sampah, Badung terus mendorong implementasi Gerakan Pengelolaan Sampah Berbasis Sumber (PSBS) yang melibatkan rumah tangga maupun pelaku usaha. Melalui kebijakan ini, pemerintah berharap tingkat pemilahan sampah meningkat dan volume sampah yang dibawa ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) dapat ditekan.
Sementara itu, Gubernur Bali Wayan Koster menegaskan bahwa berbagai capaian pembangunan yang diraih Bali tidak terlepas dari sinergi antara pemerintah provinsi dan pemerintah kabupaten/kota.
Menurutnya, pelaksanaan visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali menunjukkan hasil yang positif dan perlu terus diperkuat melalui koordinasi yang solid antar daerah.
“Tingkatkan kekompakan ke depan, menjalankan pembangunan bersama. Komitmen kita memenuhi kebutuhan daerah dan kebutuhan masyarakat,” terangnya.(den/ub)





