spot_img
spot_img
BerandaNasionalDenpasar Borong Dua Penghargaan Nasional, Jadi Kota Terbaik Penanganan Kemiskinan dan Stunting...

Denpasar Borong Dua Penghargaan Nasional, Jadi Kota Terbaik Penanganan Kemiskinan dan Stunting di Jawa-Bali

UPDATEBALI.com, YOGYAKARTA – Komitmen Pemerintah Kota Denpasar dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat kembali mendapat pengakuan di tingkat nasional.

Dalam ajang Apresiasi Pemerintah Daerah Berprestasi 2026 Regional Jawa-Bali yang diselenggarakan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) di Hotel JW Marriott Yogyakarta, Kamis 4 Juni 2026, Kota Denpasar berhasil membawa pulang dua penghargaan sekaligus.

Penghargaan tersebut meliputi Terbaik I Kategori Penanggulangan Kemiskinan dan Penurunan Stunting serta Terbaik III Kategori Penurunan Tingkat Pengangguran untuk tingkat kota se-Jawa dan Bali.

Wali Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara, menerima langsung penghargaan Terbaik I yang diserahkan Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman RI, Maruarar Sirait. Sementara penghargaan Terbaik III diserahkan Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan RI, Jenderal TNI (Purn.) Djamari Chaniago.

Dalam kesempatan tersebut, Jaya Negara didampingi Sekretaris Daerah Kota Denpasar I Gusti Ngurah Eddy Mulya, Kepala BPKAD Kota Denpasar Ni Putu Kusumawati, Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Sertifikasi Kompetensi Kota Denpasar IGA Ngurah Raini, Kepala Bappeda Kota Denpasar I Wayan Putra Sarjana, serta jajaran perangkat daerah terkait.

Baca Juga:  Jaya Negara Paparkan Rencana Aksi Pengembangan SDM Denpasar Tahun 2022-2026

Acara penghargaan turut dihadiri Ketua Komisi IV DPR RI Siti Hediati Soeharto, Wakil Menteri Dalam Negeri Bima Arya Sugiarto dan Ahmad Riza Patria, para gubernur wilayah Jawa dan Bali, serta unsur Forkopimda.

Prestasi yang diraih Kota Denpasar merupakan hasil evaluasi menyeluruh terhadap keberhasilan pemerintah daerah dalam menjalankan berbagai program pembangunan sosial yang berdampak langsung kepada masyarakat.

Pada kategori Penanggulangan Kemiskinan dan Penurunan Stunting, penilaian difokuskan pada integrasi program lintas sektor, efektivitas pelayanan, keberhasilan intervensi hingga tingkat desa dan kelurahan, serta capaian dalam menekan angka kemiskinan dan stunting. Inovasi daerah yang mampu menghadirkan solusi berkelanjutan juga menjadi salah satu indikator penting.

Sedangkan untuk kategori Penurunan Tingkat Pengangguran, aspek yang dinilai mencakup kualitas perencanaan program, dukungan anggaran, efektivitas kebijakan ketenagakerjaan, hingga keberhasilan daerah dalam menciptakan penurunan angka pengangguran yang terukur.

Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian menegaskan bahwa penghargaan tersebut diberikan sebagai bentuk apresiasi terhadap kepala daerah yang berhasil menunjukkan kinerja nyata dalam pembangunan.

Baca Juga:  Pentingnya Pemberian MPASI yang Baik Cegah Stunting

“Empat kategori yang kita nilai kali ini adalah kemiskinan dan stunting, pengangguran, pengendalian inflasi, serta creative financing. Semua menggunakan data yang terbuka dan terukur. Dengan penghargaan ini kami ingin membangun iklim kompetisi yang sehat sekaligus memberikan apresiasi kepada daerah-daerah yang berhasil menunjukkan kinerja terbaiknya,” ujar Tito.

Menurut Tito, seluruh proses penilaian dilakukan secara objektif dengan mengacu pada data resmi Badan Pusat Statistik (BPS), sehingga hasil yang diperoleh mencerminkan kondisi riil di masing-masing daerah.

Selain penghargaan, pemerintah pusat juga menyiapkan insentif fiskal bagi daerah penerima apresiasi. Peraih Terbaik I memperoleh insentif Rp3 miliar, Terbaik II sebesar Rp2 miliar, dan Terbaik III mendapatkan Rp1 miliar.

Wali Kota Denpasar I Gusti Ngurah Jaya Negara menyampaikan penghargaan tersebut menjadi bukti keberhasilan kolaborasi berbagai pihak dalam mendukung pembangunan daerah.

“Penghargaan ini menjadi cambuk semangat bagi seluruh jajaran Pemerintah Kota Denpasar untuk terus menghadirkan pelayanan dan program yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” ujar Jaya Negara.

Baca Juga:  Wakili Bali Dalam Lomba Utsawa Dharma Gita Tingkat Nasional 2021, Wawali Arya Wibawa Motivasi Duta kota Denpasar

Ia menjelaskan, upaya menekan angka kemiskinan dan stunting dilakukan melalui pendekatan terpadu yang melibatkan berbagai sektor. Pemerintah kota terus memperkuat layanan kesehatan ibu dan anak, meningkatkan intervensi gizi bagi balita, memperluas edukasi kesehatan keluarga, serta memastikan akses layanan kesehatan dasar bagi masyarakat.

Di sektor ekonomi, Pemkot Denpasar juga mengembangkan berbagai program pemberdayaan masyarakat melalui penguatan usaha mikro dan kecil, pengembangan sektor pertanian dan perikanan lokal, serta peningkatan kapasitas masyarakat melalui pelatihan dan pendampingan usaha.

Sementara dalam upaya menekan angka pengangguran, pemerintah kota memperluas akses pelatihan kerja, meningkatkan kompetensi tenaga kerja, membangun kemitraan dengan dunia usaha, dan membuka peluang usaha baru yang mampu menyerap tenaga kerja lokal.

“Keberhasilan ini bukan semata-mata milik pemerintah, tetapi hasil gotong royong seluruh masyarakat Denpasar. Kami akan terus memperkuat kolaborasi dan inovasi agar setiap program pembangunan benar-benar mampu meningkatkan kualitas hidup masyarakat,” ujar Jaya Negara.(per/ub)

BERITA TERKAIT
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img

Most Popular

Recent Comments