Bupati Sutjidra Dorong Gerokgak Jadi Sentra Pertanian dan Hortikultura Penopang Ketahanan Pangan

0
91
Pemerintah Kabupaten Buleleng terus mematangkan langkah pengembangan sektor pertanian sebagai dukungan program ketahanan pangan nasional.
Pemerintah Kabupaten Buleleng terus mematangkan langkah pengembangan sektor pertanian sebagai dukungan program ketahanan pangan nasional. Sumber foto: Humas Buleleng

UPDATEBALI.comBULELENG – Pemerintah Kabupaten Buleleng terus mematangkan langkah pengembangan sektor pertanian sebagai bagian dari dukungan terhadap program ketahanan pangan nasional.

Kecamatan Gerokgak diproyeksikan menjadi salah satu kawasan strategis karena dinilai memiliki potensi besar di bidang pertanian, hortikultura hingga perikanan.

Hal tersebut disampaikan Bupati Buleleng I Nyoman Sutjidra usai menghadiri kegiatan Dharma Santi bertema “Parasparam Bhawayantah Sreyah” di Gedung Serbaguna Desa Adat Gerokgak, Sabtu 9 Mei 2026.

Dalam keterangannya, Sutjidra menyebut wilayah Gerokgak memiliki sumber daya alam dan luasan lahan yang mendukung pengembangan berbagai sektor produktif, termasuk industri pangan dan perikanan.

Baca Juga:  Tiga Oknum Polisi Tersangka Perampokan di Medan Terancam Dipecat

“Gerokgak ini salah satu kecamatan yang sangat potensial. Pengembangan industri perikanan dan pertanian secara luas sangat memungkinkan karena lahannya cukup besar,” ujar Sutjidra.

Ia menjelaskan, Pemkab Buleleng saat ini telah melakukan pemetaan kawasan pertanian potensial di sembilan kecamatan guna mendukung program ketahanan pangan nasional. Setiap wilayah diarahkan mengembangkan komoditas sesuai karakteristik dan potensi daerah masing-masing.

Dalam program tersebut, Kecamatan Gerokgak menjadi salah satu wilayah prioritas, khususnya untuk pengembangan hortikultura dan buah-buahan unggulan. Kawasan Pejarakan dan sekitarnya disebut memiliki peluang besar untuk pengembangan pertanian berkelanjutan.

Baca Juga:  HUT ke-421 Kota Singaraja, Bupati Buleleng Perkuat Layanan Kesehatan dan Pendidikan

“Dari sekitar 540 kabupaten di Indonesia, hanya 13 kabupaten yang dipilih dan Kabupaten Buleleng menjadi salah satunya. Pengembangan difokuskan pada empat komoditas utama, yakni dua komoditas buah dan dua komoditas hortikultura. Untuk buah-buahan meliputi durian dan manggis, sedangkan komoditas hortikultura meliputi bawang merah dan sayuran hijau,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Sutjidra memaparkan bahwa pengembangan durian akan dipusatkan di wilayah Busungbiu dan Seririt, sementara komoditas manggis salah satunya diarahkan di Kecamatan Gerokgak. Sedangkan bawang merah akan dikembangkan di Gerokgak, Kubutambahan, dan Sawan.

Menurutnya, seluruh potensi tersebut telah dipetakan secara menyeluruh agar pengembangan komoditas pertanian dapat dilakukan lebih terarah dan berkesinambungan hingga tahun 2029.

Baca Juga:  BDF 2023, Menyongsong Kemajuan Melalui Pelayanan Publik, UMKM dan Angkringan Festival

“Mengenai kebutuhan air untuk pengembangan pertanian, nantinya akan dimanfaatkan Bendungan Gerokgak. Dari hasil pengamatan, kawasan sepanjang aliran bendungan memiliki potensi lahan dan ketersediaan air yang cukup baik. Termasuk juga kita akan memperbaiki jaringan irigasi dan jalan usaha tani melalui program pusat yang kita terima,” papar Sutjidra.

Selain memperkuat sistem irigasi dan infrastruktur pertanian, Pemkab Buleleng juga membuka peluang pembangunan embung sebagai penunjang kebutuhan air bagi kawasan pertanian di Gerokgak dan wilayah sekitarnya.(adv/ub)