Gubernur Koster Apresiasi STT Bali yang Totalitas Jaga Tradisi Lewat Ogoh-Ogoh Artistik

0
83
Pemerintah Provinsi Bali memberikan apresiasi kepada Sekaa Teruna Teruni (STT) yang dinilai berhasil menjaga sekaligus mengembangkan kreativitas budaya Bali melalui karya ogoh-ogoh pada perayaan Nyepi Tahun Baru Saka 1948.
Pemerintah Provinsi Bali memberikan apresiasi kepada Sekaa Teruna Teruni (STT) yang dinilai berhasil menjaga sekaligus mengembangkan kreativitas budaya Bali melalui karya ogoh-ogoh pada perayaan Nyepi Tahun Baru Saka 1948. Sumber foto: Humas Pemprov Bali

UPDATEBALI.com, DENPASAR – Pemerintah Provinsi Bali memberikan apresiasi kepada Sekaa Teruna Teruni (STT) yang dinilai berhasil menjaga sekaligus mengembangkan kreativitas budaya Bali melalui karya ogoh-ogoh pada perayaan Nyepi Tahun Baru Saka 1948.

Penghargaan tersebut diserahkan langsung Gubernur Bali Wayan Koster bersama Wakil Gubernur Bali Nyoman Giri Prasta di Jayasabha, Denpasar, Jumat 8 Mei 2026.

Penyerahan piagam penghargaan dan hadiah kepada para pemenang ogoh-ogoh terfavorit berlangsung dalam suasana penuh kehangatan. Momentum tersebut juga menjadi ajang motivasi bagi generasi muda Bali agar terus melestarikan seni dan tradisi warisan leluhur di tengah perkembangan zaman.

Dalam sambutannya, Gubernur Bali Wayan Koster menegaskan bahwa ogoh-ogoh kini tidak hanya dipandang sebagai tradisi tahunan menjelang Hari Raya Nyepi, tetapi sudah berkembang menjadi ruang kreativitas generasi muda Bali dalam mengekspresikan seni, filosofi, serta semangat kebersamaan.

Baca Juga:  Bali Pertahankan MCSP 5 Tahun Beruntun, Gubernur Koster Tegaskan Pengadaan dan Promosi Jabatan Harus Bersih

“Hari Raya Nyepi memang sudah lewat, tetapi semangatnya jangan sampai luntur. Ini menjadi wahana bagi generasi muda Bali untuk mengembangkan kreativitas sekaligus menguatkan jati diri sebagai generasi yang memiliki bakat seni luar biasa yang telah diwariskan oleh para leluhur kita,” ujar Wayan Koster.

Dalam dialog bersama para penerima penghargaan, terungkap proses pembuatan ogoh-ogoh membutuhkan perjuangan panjang. Sebagian besar STT mengaku harus bekerja selama empat hingga lima bulan dengan biaya produksi yang mencapai lebih dari Rp50 juta untuk menghasilkan karya terbaik mereka.

Proses tersebut dilakukan secara gotong royong oleh para pemuda di banjar masing-masing, mulai dari tahap perencanaan, pembuatan rangka, pemahatan detail artistik, hingga penyelesaian akhir sebelum diarak saat malam pengerupukan.

Baca Juga:  Pemkot Denpasar dan Pemprov Bali Teken Kerja Sama Penyelenggaraan Angkutan Umum Perkotaan 2026

Suasana haru dan bangga pun terasa ketika para pemuda menceritakan perjuangan mereka yang rela menghabiskan waktu berbulan-bulan demi menjaga tradisi sekaligus menghadirkan karya yang sarat nilai budaya Bali.

Sebagai bentuk dukungan terhadap kreativitas generasi muda, Pemerintah Provinsi Bali menyerahkan dana pembinaan masing-masing sebesar Rp5 juta kepada sepuluh STT pilihan favorit Gubernur dan Wakil Gubernur Bali.

Adapun STT penerima penghargaan yakni STT Anom Darsana dari Karangasem, ST Asti Dharma Kerti dari Bangli, YDA Purbawisesa dari Jembrana, ST Sukarela dari Denpasar, ST Siladharma Silakarang dari Gianyar, ST Swadharmita dari Klungkung, STT Ananta Genta Laksana dan STT Munca Sari dari Tabanan, ST Samagama Triwarga dari Buleleng, serta ST Bhuana Kusuma dari Badung.

Baca Juga:  Harga BBM Nonsubsidi Terbaru di SPBU Swasta Naik

Menjelang akhir kegiatan, para penerima penghargaan secara bergantian menyampaikan rasa terima kasih kepada Gubernur dan Wakil Gubernur Bali atas perhatian terhadap kreativitas generasi muda di Bali.

“Matur suksema Bapak Gubernur dan Bapak Wakil Gubernur atas dukungannya kepada generasi muda Bali,” ujar mereka bergantian.

Penghargaan tersebut menjadi bukti dukungan pemerintah daerah dalam menjaga keberlanjutan budaya Bali melalui peran aktif generasi muda yang terus menghadirkan karya kreatif, artistik, dan penuh makna filosofis.(yud/ub)