Bhakti Penganyar di Besakih Jadi Momentum Pemkab Jembrana Perkuat Arah Pembangunan

0
165
Pemerintah Kabupaten Jembrana mengikuti rangkaian upacara Ida Bhatara Turun Kabeh dengan melaksanakan Bhakti Penganyar di Pura Agung Besakih, Jumat 17 April 2026.
Pemerintah Kabupaten Jembrana mengikuti rangkaian upacara Ida Bhatara Turun Kabeh dengan melaksanakan Bhakti Penganyar di Pura Agung Besakih, Jumat 17 April 2026. Sumber foto: Humas Jembrana

UPDATEBALI.comKARANGASEM – Pemerintah Kabupaten Jembrana mengikuti rangkaian upacara Ida Bhatara Turun Kabeh dengan melaksanakan Bhakti Penganyar di Pura Agung Besakih, Jumat 17 April 2026.

Kegiatan persembahyangan tersebut dipimpin langsung oleh Bupati Jembrana, I Made Kembang Hartawan, bersama Wakil Bupati, I Gede Ngurah Patriana Krisna.

Prosesi berlangsung khidmat di kawasan Penataran Agung sebagai bentuk ungkapan rasa syukur dan bhakti kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa. Sebelum mengikuti persembahyangan bersama, rombongan juga melaksanakan sembahyang di pura pedarman masing-masing sesuai garis kawitan.

Baca Juga:  Cek Langsung Kawasan Pura Besakih, Sekda Bali Tekankan Layanan Prima bagi Pamedek

Dalam keterangannya, Bupati Kembang Hartawan menegaskan bahwa kehadiran jajaran pemerintah daerah dalam Bhakti Penganyar tidak hanya bersifat seremonial, tetapi memiliki makna mendalam bagi perjalanan pembangunan di Jembrana.

“Momentum ini menjadi ruang untuk menyucikan pikiran sekaligus memohon tuntunan agar seluruh program pembangunan dapat berjalan dengan baik dan memberi manfaat bagi masyarakat,” ujarnya.

Baca Juga:  Pemkab Badung Punia Rp 100 Juta Dalam Bhakti Penganyaran di Besakih

Ia juga menyoroti pentingnya menjaga keseimbangan antara aspek fisik dan spiritual dalam menjalankan roda pemerintahan. Menurutnya, keberhasilan pembangunan tidak semata diukur dari capaian infrastruktur, tetapi juga dari kekuatan nilai-nilai spiritual yang menyertainya.

Melalui kegiatan ini, Pemkab Jembrana berharap sinergi antara aspek sekala dan niskala semakin kuat. Nilai kebersamaan dan religiusitas pun terus dijadikan landasan dalam mewujudkan pembangunan daerah yang harmonis dan berkelanjutan.(yud/ub)