skimming Bank Kalsel
Kantor Utama Bank Kalsel di Banjarmasin yang merupakan perbankan milik Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan. sumber foto : antara

UPDATEBALI.com, BANJARMASIN – Plt Kasubdit V Tipidsiber Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Kalimantan Selatan AKP Kamaruddin mengatakan satu tersangka “skimming” Bank Kalsel mendekam di lembaga pemasyarakatan (lapas) di Bali.

“Tersangka merupakan narapidana Lapas Bali dalam kasus berbeda,” kata dia di Banjarmasin, Jumat (23/9/2022).

Kamaruddin menjelaskan hasil dari penyidikan tersangka hanya turut terlibat dalam jaringan pembobol mesin ATM melalui metode skimming tersebut.

Selain telah menetapkan satu tersangka, Kamaruddin mengaku pihaknya juga sudah mengantongi identitas terduga pelaku lainnya.

Dia menyebut kejahatan modus operandi skimming tidak mungkin sendiri namun pasti dilakukan jaringan melibatkan banyak pelaku.

“Penyidik perlu ekstra hati-hati dalam menangani kasus ini karena ini kejahatan dengan modus sangat canggih dengan jaringan luas lintas wilayah,” jelasnya.

Diketahui dalam kasus skimming ATM Bank Kalsel mengakibatkan dana yang raib dari 94 nasabah mencapai Rp1,9 miliar.

BACA JUGA  Harga Sapi Bali Melonjak Dampak PMK

Alat diduga skimming yang ditemukan dalam kasus ini terpasang pada kabel jaringan internet pada salah satu ATM Bank Kalsel di Banjarmasin. (ub/antara)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini