Merajan milik lansia
Sebuah pelinggih di Merajan milik Dewa Made Murjana (67) yang berlokasi di Banjar Dinas Asah, Desa Gobleg, Kecamatan Banjar, Buleleng hangus terbakar. SUmber foto : Istimewa

UPDATEBALI.com, BULELENG – Sebuah pelinggih di Merajan milik Dewa Made Murjana (67) yang berlokasi di Banjar Dinas Asah, Desa Gobleg, Kecamatan Banjar, Buleleng hangus terbakar pada Senin (19/9/2022), sekitar pukul 21.00 Wita.

Kasi Humas Polres Buleleng, AKP Gede Sumarjaya membenarkan adanya peristiwa yang menyebabkan sebuah pelinggih rong 3 yang terbuat dari kayu dan ijuk hangus terbakar. Kejadian ini pun pertama kali diketahui oleh warga sekitar.

Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun, kejadian ini bermula saat istri korban yang bernama Desak Putu Oka tiba-tiba terbangun karena mendengar teriakan kebakaran dari luar rumah. Setelah itu korban pun dibangunkan dan saat keluar rumah terlihat terlihat kobaran api yang sudah membesar di Merajan miliknya dan warga pun sudah berdatangan untuk membantu memadamkan api.

“Korban yang saat itu sedang tidur dibangunkan oleh sang istri karena mendengar teriakan kebakaran. Tapi saat korban keluar rumah ternyata Merajan miliknya yang terbakar. Terlihat kobaran api sudah membesar dan warga berdatangan membantu memadamkan api,” ucap AKP Sumarjaya saat dikonfirmasi pada Selasa (20/9/2022).

BACA JUGA  Hotman Paris Hadir di Bali, Berikan Konsultasi Gratis di ATLAS Beach Fest

Selanjutnya dengan dibantu oleh warga sekitar akhirnya kobaran api pun berhasil dipadamkan. Berdasarkan keterangan korban peristiwa kebakaran ini diduga terjadi akibat dupa yang digunakan setelah melaksanakan persembahyang masih menyala dan tertiup angin kencang.

“Kejadian ini diduga berasal dari dupa setelah melaksanakan persembahyangan masih menyala dan tertiup angin kencang,” imbuhnya

Kini akibat adanya peristiwa kebakaran tersebut, korban diperkirakan mengalami kerugian materi sekitar Rp 30 Juta. Namun beruntung dalam peristiwa kebakaran ini tidak ada korban luka maupun korban jiwa. Korban pun menerima peristiwa ini sebagai musibah.

“Dalam peristiwa ini tidak ada korban luka atau korban jiwa, namun korban mengalami kerugian materi diperkirakan sekitar Rp 30 juta. Korban telah menganggap peristiwa ini adalah musibah,” pungkasnya. (diana/ub)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini