Komunitas Reftil
Masyarakat Bali saat memanfaatkan edukasi mengenai ular gratis dari Komunitas Pecinta Reptil di Car Free Day Denpasar, Minggu (18/9/2022). Sumber Foto: Antara

UPDATEBALI.com, DENPASAR – Komunitas Pecinta Reptil di Bali kembali memanfaatkan momen dibukanya kembali Car Free Day (CFD) atau hari bebas kendaraan di Lapangan Niti Mandala Renon, Denpasar, untuk memberi edukasi mengenai ular kepada masyarakat.

“Biasanya selalu rutin setiap hari Minggu saat CFD dari sebelum COVID-19, dan ini baru hari pertama setelah dibuka lagi. Kita di sini mengenalkan dan mengedukasi masyarakat cara penangkapan, membedakan ular berbisa atau tidak, dan cara agar tidak masuk rumah,” kata Oka Widiartana (28) selaku anggota komunitas, Minggu (18/9/2022).

Oka mengatakan edukasi ular dari komunitasnya selama Car Free Day tak memungut biaya atau gratis, pun juga ular yang dibawa merupakan hewan yang aman dan tidak berbisa sehingga dapat didekati siapapun.

“Harapannya bisa memberi informasi ke masyarakat, edukasi kalau tidak semua ular itu berbisa dan ada yang bisa dipelihara seperti ular piton albino kan hewan hias, hari ini juga kita bawa tiga semuanya sanca batik cuma beda warna, dan ini tidak agresif juga bisa digendong,” ujar Oka.

BACA JUGA  Limbah Industri Tahu di Klungkung Cemari Lingkungan

Meskipun jumlah pengunjung edukasi ular pada hari perdana Car Free Day tak sebanyak dulu, Oka mengaku antusias ini masih tergolong tinggi. Banyak diantara pengunjung dilihat aktif dan menunjukkan minatnya untuk mengetahui lebih banyak soal hewan melata tersebut, meskipun masih ada yang menunjukkan rasa takut.

Kepada media, Oka mengatakan bahwa edukasi ular secara gratis berdasarkan inisiatif komunitas ini akan kembali rutin digelar setiap hari Minggu, ini juga untuk memfasilitasi masyarakat agar tak perlu mengeluarkan biaya ratusan ribu untuk merasakan pengalaman ini.

Sementara itu salah satu pengunjung Intan Diasti (22) mengaku senang dengan adanya edukasi ular saat Car Free Day. Ia menilai ini dapat menjadi salah satu daya tarik selain berolahraga.

“Senang ya ada edukasi ini, ada pengalaman juga untuk megang ular sebesar ini, gratis dan rasa penasaran akhirnya terjawab. Semoga banyak yang memanfaatkan ini setelah olahraga,” ujarnya.

BACA JUGA  Sagung Antari Jaya Negara Buka Capacity Building dan Serahkan Bantuan Beras

Dalam pelaksanaan Car Free Day yang sempat terhenti dua tahun karena pandemi ini juga turut diramaikan komunitas-komunitas lain di Kota Denpasar, mulai dari inisiasi anak muda, dewasa hingga orang tua.

Salah satu yang juga antusias dengan dibukanya CFD Renon adalah komunitas sepeda konvensional Federal Denpasar. Ketua komunitas I Ketut Gede Astawa (59) mengaku sangat senang karena kembali dapat memanfaatkan CFD sebagai lokasi titik kumpul anggotanya.

“Kita lihat antusias teman-teman untuk berkegiatan ini sangat luar biasa. Kami dari komunitas sepeda khususnya Federasi Denpasar menyambut baik semoga CFD memberi makna untuk masyarakat,” kata dia.

Astawa menyebut dibukanya CFD merupakan angin segar bagi komunitas sepeda konvensionalnya itu, meskipun saat ini jumlah anggota yang mengikuti hari bebas kendaraan di Lapangan Renon tak sebanyak saat sebelum pandemi, namun menjadi kesempatan ia dengan rekan-rekannya mengenang masa sekolah dengan sepeda.(ub/antara)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini