Kapolres Temanggung minta kapolsek pantau PTM di sekolah. sumber foto : antara

UPDATEBALI.com, Temanggung – Kapolres Temanggung AKBP Burhanuddin meminta kapolsek dan anggotanya selalu memantau pelaksanaan pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas di sejumlah sekolah di wilayah itu guna memastikan penerapan protokol kesehatan dengan baik.

“Selama ini kami sudah memprogramkan kegiatan kerja sama dengan pihak sekolah untuk pengecekan kegiatan PTM guna melihat apakah suatu sekolah sudah melaksanakan protokol kesehatan dengan baik,” katanya di Temanggung, Selasa.

Ia menyampaikan hal tersebut usai memantau PTM terbatas di SMA Negeri 2 Temanggung.

Burhanuddin menyampaikan setiap hari anggota polsek atau kapolsek mendatangi, mengecek, dan berkoordinasi dengan pihak sekolah terkait dengan PTM ini.

“Pada hari ini kami dari Polres Temanggung meninjau pelaksanaan PTM di SMAN 2 Temanggung, alhamdulillah hasil pengecekan bersama kepala sekolah kegiatan proses belajar mengajar sudah melaksanakan prokes secara maksimal, ditandai dengan jumlah siswa yang sudah diatur sedemikian rupa yakni 30 persen,” katanya.

Selain itu, penataan meja dan kursi sudah dilakukan dengan baik dan sudah ada UKS yang dilengkapi dengan alat-alat untuk pemeriksaan kesehatan serta sudah ada tenaga kesehatan yang disiapkan.

BACA JUGA  Wagub Cok Ace Harap Paiketan Krama Istri dan Pasikian Pacalang Bali Perkuat Tugas dan Fungsi Desa Adat

“Saya mengapresiasi pelaksanaan PTM di SMA Negeri 2 ini agar tetap mempertahankan kedisiplinan prokes sehingga penyebaran COVID-19 bisa dicegah,” katanya.

Kepala SMA Negeri 2 Temanggung Bambang Haryanto menyampaikan PTM dilakukan secara bertahap, pertama melaksanakan simulasi dalam dua tahap, setiap tahap berlangsung dua pekan.

“Setelah dilakukan simulasi, kami evaluasi dan hasilnya tidak ada temuan berkaitan dengan COVID-19 dan pelaksanaan berjalan baik dan lancar kemudian dilanjutkan PTM terbatas,” katanya.

Ia menyebutkan sekarang SMA Negeri 2 Temanggung baru melaksanakan PTM terbatas untuk minggu ke-2 dan PTM terbatas ini sesuai dengan regulasi, yakni dengan jumlah siswa maksimal 30 persen dari total kapasitas dan setiap rombongan belajar maksimal 18 siswa.

“Alhamdulillah ada pemantauan dari polres, hal ini akan menambah penguatan-penguatan kepada anak didik kami untuk selalu menjaga prokes,” katanya. (updatebali/antara)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini