Olivia Nathania
Olivia Nathania penuhi panggilan Polda Metro Jaya. sumber foto : antara

UPDATEBALI,com, Jakarta – Anak penyanyi Nia Daniaty, Olivia Nathania, memenuhi panggilan penyidik Polda Metro Jaya untuk dimintai klarifikasi terkait laporan dugaan penipuan bermodus rekrutmen calon pegawai negeri (CPNS).

Olivia tiba di Gedung Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Jakarta, Senin (11/10/2021) sekitar pukul 11:55 WIB, didampingi oleh kuasa hukumnya, Susanti Agustina.

Olivia yang akrab disapa Oi menyatakan siap memberikan keterangan di hadapan penyidik. “Insya Allah saya siap. Doain ya,” ujar ketika ditanya wartawan.

Pada kesempatan yang sama, Susanti mengatakan, dirinya dan Olivia datang dengan membawa sejumlah alat bukti.

“Bukti-bukti transfer yang sudah dikirim kepada Ibu Agustin, karena Ibu Agustin bukan korban tapi sama perekrutan juga kepada yang lain-lain,” ujar Susanti.

Diketahui, Olivia Nathania, dan suaminya, Rafly N Tilaar, dilaporkan ke Polda Metro Jaya pada Kamis (23/9) atas dugaan penipuan terhadap 225 orang dengan modus rekrutmen PNS.

BACA JUGA  27 Narapidana Lapas Madiun Terima Remisi Khusus Natal 2021

Laporan polisi tersebut tertuang dalam laporan bernomor LP/B/4728/IX/SPKT/Polda Metro Jaya tertanggal 23 September 2021.

Adapun pasal yang dipersangkakan sesuai laporan tersebut, yakni Pasal 378 KUHP dan/atau Pasal 372 KUHP dan/atau Pasal 263 KUHP tentang penipuan dan/atau penggelapan dan/atau pemalsuan surat.

Sebelumnya ,Olivia Nathania mengatakan, “Perlu saya luruskan di sini, adapun saya menyelenggarakan les untuk masuk CPNS, les ya kita bicaranya, bisa dicek nanti tempatnya ada, pengajarnya pun ada,” kata Olivia.

Olivia juga mengungkapkan, bahwa biaya kursus di tempatnya adalah Rp25 juta per orang.

“Memang saya terima uang dari situ Rp25 juta per orang, tapi uang itu digunakan sewa tempat, honor pengejar, dan biaya operasional. Wajar, kalau ada kelebihan sedikit,” katanya.

Pada kesempatan itu, Olivia juga menyatakan, tidak tahu menahu mengenai masalah SK palsu yang disampaikan oleh pihak pelapornya. “Jadi apa yang disampaikan perlu diluruskan,” tuturnya.

BACA JUGA  Polisi Sulut Tangkap Dua Wanita Tersangka Penipuan Bermodus Investasi

Kuasa hukum Olivia juga meminta pihak kepolisian untuk secepatnya menuntaskan kasus tersebut.

“Kita minta yang berwajib, khususnya kepolisian, untuk membuka kasus ini apalagi yang menyangkut pemalsuan dokumen negara itu harus dituntaskan pelakunya. Walaupun terjadi apa-apa terhadap Oi, Oi berani bertanggung jawab,” pungkasnya. (updatebali/antara)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini