satrio
Dalam waktu 7 hari Warkopi diminta ganti nama. sumber foto : antara

UPDATEBALI.com – Lembaga Warkop DKI dengan tegas meminta kepada grup Warkopi untuk mengganti nama dalam waktu 7 hari sejak pernyataan ini rilis.

Menindaklanjuti pernyataan yang dikeluarkan oleh Lembaga Warkop DKI sebagai pemegang hak eksklusif yang sah atas merek atau nama “Warung Kopi Dono Kasino Indro” atau biasa dikenal masyarakat dengan nama “Warkop DKI” pada 20 September, Lembaga Warkop DKI menyayangkan sikap Warkopi yang tidak meminta maaf melalui surat resmi.

Untuk memberikan perlindungan hak atas merek Warkop DKI, Lembaga Warkop DKI pun ini memperingatkan agar Warkopi agar tidak menggunakan nama itu lagi.

“Lembaga Warkop DKI melalui press release ini memperingatkan agar Warkopi tidak lagi menggunakan nama ‘Warkopi’ dan mengganti nama grup yang saat ini telah digunakan dalam jangka waktu paling lambat 7 (tujuh) hari kalender sejak tanggal press release ini,” ujar Satrio atau anak dari almarhum Dono dalam jumpa pers virtual pada Rabu.

“Hal ini dikarenakan nama Warkopi jelas memiliki persamaan dengan nama “’Warung Kopi Dono Kasino Indro’ atau biasa dikenal masyarakat dengan nama ‘Warkop DKI’ yang telah dilindungi oleh hukum. Terlebih menurut Lembaga Warkop DKI penggunaan nama ‘Warkopi’ bukan tanpa tujuan, di mana nama tersebut dibuat mirip dengan nama ‘Warkop DKI’,” lanjutnya.

BACA JUGA  Green Day Batal Konser di Moskow Akibat Invasi Rusia

Satrio menjelaskan segala bentuk penggunaan merek atau nama yang sama atau mirip dengan merek yang telah terdaftar tanpa seizin pemilik hak atas merek, memiliki konsekuensi hukum, yaitu berupa hak Lembaga Warkop DKI untuk mengajukan gugatan perdata ataupun laporan pidana yang tata cara pengajuannya diatur secara tegas di dalam ketentuan hukum yang ada.

Selain itu, Lembaga Warkop DKI pada dasarnya mengapresiasi permintaan maaf yang diajukan oleh Warkopi dan manajemen sebagaimana ditayangkan di media sosial Instagram ataupun YouTube.

Akan tetapi, Lembaga Warkop DKI menyayangkan permintaan maaf tersebut tidak pernah diajukan melalui surat resmi kepada Lembaga Warkop DKI.

“Kami juga ingin meluruskan bahwa pihak manajemen Warkopi atau pihak Patria TV belum pernah meminta izin sama sekali kepada Lembaga Warkop DKI, baik sebelum atau pada saat email yang kami terima tanggal 10 September 2021 maupun email balasan selanjutnya dari pihak manajemen Warkopi atau Patria TV pada tanggal 17 September 2021,” kata Satrio.

BACA JUGA  Peran Festival Film untuk Para Sutradara Indonesia

Lembaga Warkop DKI tetap konsisten dengan hal-hal yang telah disampaikan sebelumnya, di mana pada prinsipnya semua kegiatan komersial termasuk konten dalam bentuk apapun dengan menggunakan nama “Warung Kopi Dono Kasino Indro” termasuk penggunaan nama Dono (Alm.), Kasino (Alm.), Indro, tidak dapat dilakukan tanpa seizin Lembaga Warkop DKI.

Hal ini juga merupakan wujud tanggung jawab profesional dan penghargaan Lembaga Warkop DKI atas perjanjian eksklusif yang saat ini berlaku antara Lembaga Warkop DKI dan PT Falcon.

Lembaga Warkop DKI sendiri adalah pemegang hak eksklusif yang sah atas merek atau nama “Warung Kopi Dono Kasino Indro” atau biasa dikenal masyarakat dengan nama “Warkop DKI”, di mana hal tersebut sebagaimana tertulis dalam rincian Sertifikat Merek.

Perlindungan atas merek atau nama tersebut, juga telah diakui dan ditegaskan oleh Direktorat Jenderal Hak Kekayaan Intelektual Kementerian Hukum dan HAM RI (DJKI) melalui tayangan di YouTube pada tanggal 27 September 2021 dan Instagram pada tanggal 29 September 2021.

BACA JUGA  Ini Artis Tanah Air yang Merayakan Imlek

Hal mana dalam salah satu pernyataannya DJKI menegaskan adanya potensi pelanggaran merek apabila Warkopi menggunakan identitas atau merek “Warung Kopi Dono Kasino Indro” dalam kegiatan komersial pada kelas merek yang telah didaftarkan ke DJKI oleh Lembaga Warkop DKI.

Lembaga Warkop DKI memahami pernyataan ini sejalan dengan aturan yang berlaku terkait dengan perlindungan hak atas merek (Undang-undang Merek).

Pada akhirnya, Lembaga Warkop DKI berharap agar pihak Warkopi dan Manajemen dapat memahami dan menghormati sikap Lembaga Warkop DKI. Hal ini dapat ditunjukkan dengan melaksanakan apa yang telah diminta oleh Lembaga Warkop DKI pada kesempatan pertama. (updatebali/antara)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini