UPDATEBALI.com, DENPASAR – Pemerintah Kota Denpasar kembali menegaskan komitmennya terhadap kesetaraan dan inklusivitas melalui penyelenggaraan Mahakarya Seni Inklusif Ke-11 dalam rangka memperingati Hari Disabilitas Internasional (HDI) dan Hari Kesetiakawanan Sosial Nasional (HKSN) 2025.
Pertunjukan bertajuk “Imajinari” dengan tema Keep Dancing, Keep Motivated ini digelar di Gedung Dharma Negara Alaya dan melibatkan 173 pemeran, hasil kolaborasi antara penyandang disabilitas, pilar-pilar sosial, fasilitator, stakeholder, serta Pemerintah Kota Denpasar.
Acara ini turut dihadiri Penjabat Ketua DWP Kota Denpasar Ny. I Gusti Ayu Putu Suwandewi Mulya, Sekretaris I TP PKK Kota Denpasar Ny. Ayu Kristi Arya Wibawa, Ny. Selly Wijaya Mantra, unsur Forkopimda, LVRI Denpasar, sahabat disabilitas Kota Denpasar, kepala sekolah SMP se-Kota Denpasar, serta undangan lainnya.
Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah Kota Denpasar, IGN Eddy Mulya, menyampaikan apresiasi mendalam terhadap semangat dan kreativitas para pemeran, khususnya penyandang disabilitas.
Ia menegaskan bahwa peringatan ini merupakan momentum penting bagi seluruh elemen masyarakat untuk memastikan kesetaraan hak, akses, dan layanan publik bagi semua warga.
“Mari kita wujudkan Kota Denpasar yang tidak hanya berbicara tentang hak dan keadilan, namun menghadirkannya dalam tindakan nyata. Kita harus terus memberikan kesempatan, akses, dan pelayanan publik yang adil bagi para penyandang disabilitas sebagai bagian dari pembangunan berkelanjutan,” tegas Eddy Mulya.
Sementara itu, Ketua Forum Komunikasi Lembaga Kesejahteraan Sosial Kota Denpasar, Elsye Suryawan, menyampaikan bahwa Mahakarya Seni Inklusif tahun ini mengangkat pesan bahwa setiap individu, dengan seluruh keberagaman dan kemampuannya, memiliki ruang untuk bersinar, berkarya, dan menginspirasi.
“Total 173 pemeran yang terlibat menjadi bukti nyata bahwa inklusi bukan sekadar konsep, tetapi gerakan bersama yang hidup dan terus menguat di Kota Denpasar. Kami mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Kota Denpasar yang konsisten memberi ruang bagi sahabat disabilitas dan pilar sosial untuk berkembang,” ujar Elsye.
Melalui kegiatan ini, Kota Denpasar kembali menegaskan posisinya sebagai daerah yang mendorong inklusivitas, kreativitas, dan solidaritas sosial, sekaligus menguatkan komitmen untuk mewujudkan pembangunan yang berkeadilan bagi seluruh lapisan masyarakat.(per/ub)





